Maaf Mba’. Aku pinjam suamimu…
Pagi itu seperti pagi pagi biasanya. Awan berarak rapi diatas langit yang cerah. Matahari tidaklah terik benar. Waktu baru menunjukan pukul sepuluh pagi. Sabtu itu aku baru saja selesai bertemu client untuk urusan bisnisku yang semakin berkembang. Masih dengan berpakaian necis dengan setelan kemeja lengan pendek dan celana bahan sambil mendengarkan lagu – lagu dari strereo set mobilku aku perlahan memasuki kompleks perumahan tempat tinggalku.
Tampak didepan telah ramai bapak – bapak dan anak – anak muda yang sibuk bekerja bakti di depan jalanan kompleks rumahku. --> Read More
Hangatnya Vagina Bu Mira
Kemudian, sesampai dirumahnya ternyata sepi sekali. Aku kira tidak ada orang di rumah. Tapi aku liat pagar tidak dikunci, jadi inisiatif aku buka aja kemudian aku ketuk pintu rumah Bu Mira.--> Read More
Akibat Ibu Kos Jarang dibelai
Ruang yang dia minta dan bangun adalah gudang disebelah garasi mobil. Dengan selera anak mudanya dia atur interior ruangan itu seenak perutnya. Setengah selesai penataan ruang yang akhirnya jadi kamar yang cukup besar itu, sekali lagi Yoyok menawarkan diri agar aku mau tinggal bersamanya. Saat itu Ibu Hesty, hanya senyum-senyum saja. seperti dulu-dulupun aku menolaknya. Gengsi dikitlah, sebab ikut tinggal dirumah Bu Hesty berarti semuanya serba gratis, itu artinya hutang budi, dan artinya lagi : ketergantungan. Biar aku suka pusing mikirin uang kost bulanan, makan sehari-hari atau nyuci pakaian sendiri, sedikitnya dikamar kostku aku seperti manusia merdeka. Lha wong aku bayar --> Read More
Tidak ada komentar :
Posting Komentar